ﷲ¸ ❀ (`•.¸¸ﷲ¸¸.♥ “Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang Sholehah.” ♥ *•.¸¸ﷲ¸'❀ *¸¸ﷲ

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Blog Diqie Michael Heart didedikasikan untuk umum. Bagi siapa saja tanpa terkecuali, yang ingin belajar tentang bacaan-bacaan doa, silakan dapat belajar bersama kami di Blog kami ini. Semua materi yang disajikan merupakan hasil dari pembelajaran kami. Kami mohon maaf jika terdapat tulisan (khususnya tulisan arabic) serta lafadz-lafadz arab yang dilatinkan jauh dari kesempurnaan.

Diqie Michael Heart

Anda dapat menyebarluaskan semua materi yang sudah tersaji disini, dengan catatan menyertakan sumber atau link yang menuju ke Blog Ini dan/atau link langsung menuju halaman yang bersangkutan

Diqie Michael Heart

Untuk penulisan latin (arab yang dilatinkan) juga masih jauh dari kesempurnaan. Karena pasti tentu berbeda ucapannya antara mempelajari langsung dengan tulisan arab dan tulisan latin. Maka dari itu, kami sangat merekomendasikan para pembaca untuk didampingi oleh kakak, teman, orang tua atau ustadz yang lebih pintar dalam mempelajari doa-doa islami, agar hasilnya lebih fashih dalam pengucapannya serta lebih afdhol

Diqie Michael Heart

Semua gambar ilustrasi yang ada di Blog Ini merupakan hasil pencarian dari google.com, yang kemudian di edit dengan ukuran panjang dan lebar yang kami sesuaikan dengan Blog Ini. Apabila gambar hasil karya Anda terdapat di blog ini, silakan Anda hubungi kami dan dengan senang hati kami akan meresponnya.

Diqie Michael Heart

Dalam penulisan bahasa arab, kami menyadari masih banyak ke kurangan. Hal ini dikarenakan sangat terbatasnya menu-menu yang tersaji di dalam program (Ms. Word) yang kami gunakan untuk menulis bahasa arab, sehingga masih banyak kekurangan. Misalnya, dalam penulisan fathah panjang (berdiri), sejauh ini saya belum bisa menerapkannya, sehingga saya lebih memilih tidak memberikan fathat. Contoh lafadz اَللهُ , tulisan tersebut benar. Namun apabila kami menulis lafadz اَللهُمَّ , maka secara otomatis tanda fathah dan tasydid di atas huruf "Lam" akan hilang. Begitu juga dengan beberapa kalimat arab lainnya.

Thursday, March 29, 2012

Wanita sholehah dan jilbab

Menurut Quraish Shihab wanita tidak wajib pake jilbab, jilbab hanya sekedar anjuran saja. Sebetulnya ada tambahan penjelasan dari pak Quraish Shihab yaitu memakai baju sopan. Baju sopan menurutku lengan panjang, celana panjang, dada tertutup dan tidak ketat, tidak tipis, tidak transparan. Tambahan lain dari hadits yaitu rambutnya tidak dicat dengan warna hitam, tidak ditambahin rambut palsu (wig atau hair extension).
Yang aku tangkap dari pemahaman ini adalah jangan menghakimi bahwa perempuan tanpa jilbab itu bukan muslimah yang baik. Ada loh perempuan gak pake jilbab rajin shalat lima waktu, pendiam, ramah, tidak mudah marah, sabar, suka menolong orang lain dan seterusnya yang baik-baik. Malah  perempuan pake jilbab belum nikah peluk-pelukan dengan pacarnya di depan atau di belakang umum itu gak bener. Ada yang pake jilbab hanya agar mendapat predikat alim, soalnya aslinya masih suka menurutkan hawa nafsu.
Sedangkan bila sudah ingin mencapai taraf wanita shalehah (saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga) maka wanita ini adalah tipe yang suka belajar dan berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar. Sering berada di pengajian, sering membaca Al Qur’an dengan artinya, shalat wajib ditambah shalat sunat, puasa sunat di luar bulan Ramadhan, yang jelas merasa tidak cukup hanya dengan menjalankan yang wajib saja. Karena sering membaca Al Quran, datang ke pengajian, maka wanita shalehah akan nyaman memakai kerudung. Berusaha menggunakan baju yang tidak tipis, tidak ketat, tidak tembus pandang, kerudungnya ditutupkan ke dada. Merasa risih dengan baju yang terbuka-buka. Ini disebabkan oleh keimanan wanita shalehah, karena malu adalah bagian dari iman.
Menurut Quraish Shihab lagi, hati perlu dibuka dengan tulus untuk menerima pemahaman Islam. Biarpun berat tetap dicoba, semua ditujukan untuk Allah atau ikhlas. Kalo pake pembenaran kayak nanti setelah pensiun belajar Islamnya, masih sibuk cari uang untuk anak-anaknya agar bisa belajar di sekolah Islam termahal, yah… Menurutku hati semakin hitam pekat, semakin sulit untuk membuka hati secara tulus. Penyesalan selalu datang terlambat, jangan sampai menyesal saat nyawa sudah di kerongkongan. Karena hati yang kotor tertutup dosa akan kena azab kubur, belum lagi azab akherat. Dan anak-anak yang dititipkan di sekolah Islam mahal, doanya tidak diterima karena selama ini tidak diberi contoh bagaimana agar menjadi shaleh dan shalehah dari orangtuanya sendiri.
Semoga kita semua berusaha menjadi muslim yang sebaik-baiknya, yang tergetar hatinya karena takut pada Allah. Mau belajar dan mengamalkan ajaran Islam yang benar…
Allah berfirman
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya (QS. An Nuur : 31)
Share:

Monday, March 12, 2012

Tips Cinta Menuju Kebahagiaan dan Keberkahan Hidup

Tips cinta menuju kebahagiaan dan keberkahan hidup pada postingan artikel kali ini adalah sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya yang mengulas secara singkat tentang perjalanan Kisah cinta dan kasih sayang orang shaleh dan shalehah. Pada postingan sebelumnya yaitu tentang cerita dan kisah cinta dalam Sekuntum pengantin surga yang lebih menitikberatkan pada gambaran Cinta dari segi agama. Dan pada artikel cinta kali ini, makna hidup ingin berbagi tentang tips cinta menuju kebahagiaan dan keberkahan hidup (insya Alah Ta’ala) yang lebih mendekati pada hubungan cinta sesama manusia atau pendekatan dari segi kehidupan manusia.
Apakah kita telah mendapatkan arti cinta dan makna cinta sejati yang sesungguhnya? Apakah kita mengerti arti cinta sejati yang setiap orang dambakan dalam hidup dan kehidupannya? Pada pandangan agama Islam, cinta sejati hanyalah milik Allah dan apabila ada yang harus kita cintai, maka Allah lah yang pertama wajib kita cintai. Tak ada kata yang perlu terucap, tak ada kalimat yang perlu disuarakan, karena cinta sejati mutlak hanyalah milik Allah. Namun kita harus bersyukur tatkala Allah anugerahkan pada diri kita mahabbah “Kecintaan” serta kasih sayang terhadap manusia sehingga hal itu bisa membawa manusia pada kebahagiaan dan kedamaian hidup.
Begitu indah hidup ini terasa jikalau cinta telah hinggap dalam hati sanubari seseorang. Kata “Cinta” mempunyai banyak arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Makna hidup mengartikan cinta secara sederhana yaitu sebagai suatu perasaan hati yang merupakan ekspresi dari batin seseorang terhadap sesuatu hal yang membuat hatinya merasa tertarik, suka dan terpikat terhadap apa yang ia lihat, dengar serta rasakan. Sehingga arti cinta itu sendiri bagi seseorang adalah sebagai suatu perasaan hati dan ungkapan jiwa yang paling dalam sehingga sangat perlu dijaga apabila kita ingin hal itu selalu berada dalam harapan dan impian kita.

Dalam banyak hal, cinta bisa membawa arah kehidupan manusia, tergantung ia bawa kemana perasaan cinta itu. Dalam artikel kali ini makna hidup ingin berbagi sesuatu dengan Sahabat semua yaitu tentang tips sederhana agar cinta membawa ketenangan, keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki…insya Allah Ta’ala. Dan pada artikel cinta ini, makna hidup membatasi bahasan cinta dalam hubungannya manusia dengan manusia lainnya saja. Ada beberapa tips cinta yang ingin makna hidup sampaikan pada sahabat terutama pada sahabat yang saat ini sedang jatuh cinta, yang tentunya tips cinta ini memiliki isi dan makna yang sesuai dengan pemikiran penulis yang masih awam.
1. Cintailah apa yang Anda cintai dengan ikhlas dan ketulusan hati.
Ikhlas dalam mencintai seseorang merupakan syarat utama dalam proses mendapatkan keberkahan dan kenikmatan yang tiada tara. Dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu, akan menjaga perasaan cinta itu menjadi tetap sehat, baik dan kuat. Kokohnya perasaan cinta adalah sebuah perjalanan hati yang didasari pada keikhlasan. Tanpa keikhlasan, maka sahabat semuanya tak akan mendapatkan apapun melainkan hanyalah penyesalan dan kekecewaan suatu saat nanti.
2. Bersikap jujur dan apa adanya dalam menyikapi perasaan cinta.
Kejujuran merupakan perbuatan yang dapat memperkokoh perasaan cinta yang tumbuh dalam hati. Dengan bersikap jujur, maka seseorang akan merasakan manisnya cinta, sedangkan kebohongan merupakan bom waktu yang setiap saat akan meledak. Kejujuran ini merupakan bentuk sikap yang didasarkan pada perilaku hati seseorang dalam menyikapi apa yang ia cintai. Sehingga bila sikap jujur telah tertanam dalam diri sahabat, dan sahabat terapkan dalam segala hal terutama cinta terhadap manusia lainnya, maka cinta akan menjadi kebaikan yang mengundang kebahagiaan dan keberkahan dalam hidupnya.
3. Berusaha memahami tujuan utama dari cinta.
Tujuan cinta sebenarnya adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri terhadap apa yang ia sayangi. Jadi, bila tujuan cinta ini dijaga, maka harapan sahabat untuk memiliki apa yang sahabat cintai akan lebih dekat, namun bila sahabat tidak memahami tujuan cinta ini, maka ia akan menjadi perasaan yang tiada arti bagi sahabat sendiri dan menjadikan harapan sahabat semakin jauh dari kenyataan apalagi sampai pada tahap keberkahan dan kebahagiaan.
4. Menghargai cinta sebagai anugerah terindah dalam hidup.
Cinta sebenarnya anugerah terindah dari Tuhan yaitu Allah Ta’ala kepada manusia, agar manusia bisa menikmati segala sesuatu yang ada di sekitar kehidupannya. Bila sahabat menganggap cinta sebagai anugerah terindah dari Tuhan, maka semestinya sahabat akan memperlakukan anugerah itu dengan sebaik-baiknya. Cinta perlu dijaga dan dirawat agar membawa kebaikan dan kebahagiaan pada sahabat. Hargailah cinta, karena ia akan membawa sahabat pada keberkahan hidup yang sesungguhnya!
5. Hendaknya sahabat jangan menjadikan cinta sebagai sarana permainan semata dan tindakan bersenang-senang saja.
Cinta itu suci dan cinta akan menjadikan si pemiliknya menjadi mulia manakala ia tidak menjadikan cinta sebagai sarana mempermainkan hati seseorang, atau hanya untuk bersenang-senang saja. Bila sahabat melakukan ini, maka suatu saat nanti sahabat akan merasakan cinta itu sebagai suatu perasaan hati yang hampa dan jiwa sahabat pun akan menjadi permainan hati sahabat sendiri. Jangan nodai perasaan cinta dengan perbuatan-perbuatan buruk, dan jangan coba-coba untuk mempermainkan perasaan hati, karena ia akan menjadi masalah besar bagi sahabat pada akhirnya. Allahu A’lam.
Demikian  sederhana dari makna hidup tentang tips cinta yang membawa pada keberkahan dan kebahagiaan hidup. Dampak persaan cinta akan sahabat rasakan sendiri, tergantung dari apa yang sahabat tuju, harapkan serta impikan. Semoga tips sederhana dari penulis makna hidup, dapat bermanfaat bagi sahabat yang ingin membawa cinta sejati menuju kebahagiaan dan ketenangan hidup sahabat, terutama yang sedang jatuh cinta pada seorang kekasih, Aamin.
Terima kasih bila sahabat berkenan melangkapi tips cinta ini, karena saya hanya menuliskan secara garis besarnya saja. Silahkan tinggalkan komentar atau tuliskan kata-kata bijak tentang cinta dan kasih sayang pada halaman KATA MUTIARA dari sahabat. Dan bila sahabat menyukai tulisan ini, jangan lupa juga tekan tombol like nya ya ….sekedar promosi he..he..
 Diqie Michael Heart

*** Indahnya menjadikan hidup lebih bermakna ***
Share:

Indahnya kalam ALLAH..

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Wednesday, April 07, 2004
Wadah Wanita Islam: Surah an-Nur perjelas hidup bermasyarakat
Oleh Prof Madya Maznah Daud

SURAH an-Nuur yang bererti cahaya, mengandungi 64 ayat, diturunkan di Madinah beberapa tahun selepas hijrah. Dalam surah ini terkandung ayat dan petunjuk Allah bagi manusia yang berhubung dengan hidup bermasyarakat, mahu pun berumah tangga. Semuanya, adalah cahaya yang menyinari kehidupan manusia dalam menempuh jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah memulakan surah ini dengan satu penegasan agak unik dan berbeza dengan surah lain. Firman-Nya bermaksud: "(Ini adalah) satu surah yang Kami turunkan dan Kami fardukan (menjalankan hukum yang ada dalam)nya, dan Kami turunkan dalamnya ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya." (Surah an-Nur, ayat 1).

Secara jelas dan tegas apa yang terkandung dalam surah ini diturunkan oleh Allah dan diwajibkan ke atas semua umat Islam yang beriman kepadaNya dan ayatNya, supaya menerima dan melaksanakannya tanpa ragu-ragu atau berdolak dalik.

Penegasan seperti ini sangat penting. Ia adalah asas kukuh dalam hati setiap Muslim agar bersedia mendengar, menerima dan seterusnya melaksanakan apa saja yang tuntut oleh-Nya. Meragui dan mempersoalkan hukum atau peraturan Allah tidak wujud sama sekali dalam hati orang beriman. Ini sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya bermaksud: "Sesungguhnya jawapan orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) antara mereka ialah ucapan: "Kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang yang beruntung." (Surah an-Nuur, ayat 51)

Masyarakat adalah himpunan manusia daripada lelaki dan wanita. Mereka bukan saja saling memerlukan, malah difitrahkan mempunyai keinginan yang kuat terhadap satu sama lain. Bagi
memenuhi keinginan semula jadi ini, Allah mensyariatkan perkahwinan dan menggesa pihak berkuasa dalam sesebuah masyarakat atau keluarga memberikan perhatian sewajarnya terhadap anggota yang belum berkahwin.

Firman Allah bermaksud: "Dan kahwinkanlah orang yang sendirian antara kamu dan orang yang layak (berkahwin) daripada hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui." (Surah an-Nur, ayat 32)

Perkahwinan adalah satu-satunya jalan paling selamat dan terhormat bagi memenuhi keinginan semula jadi manusia. Keinginan seksual adalah wasilah atau jalan yang menghubungkan antara satu generasi dengan generasi sebelum dan selepasnya. Lantaran, ia tidak boleh dipadam atau diketepikan. Keinginan itu tidak boleh pula dibiar lepas bebas tanpa batasan. Ini kerana keadaan sedemikian bukan saja akan menjatuhkan martabat insan, malah boleh menghancurkan institusi
keluarga dan masyarakat seluruhnya.

Ayat di atas ditujukan kepada ketua keluarga serta pihak yang berkuasa dalam sesebuah masyarakat. Mereka tidak sepatutnya mengabaikan anggota yang belum mempunyai pasangan hidup yang sah. Kemiskinan bukan suatu alasan untuk melambat-lambatkan urusan perkahwinan. Jalan mesti dicari. Penyelesaian mesti diusahakan. Allah sendiri memberi jaminan akan memudahkan rezeki orang yang ingin berkahwin (Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya).

Hubungan antara lelaki dengan perempuan yang lain daripada ikatan perkahwinan dibataskan dengan adab serta panduan tertentu. Ini supaya keutuhan keluarga yang dibina terpelihara, terselamat daripada fitnah dan noda serta terhindar daripada jerangkap syaitan durjana.

"Katakanlah kepada lelaki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (Surah an-Nur, ayat 30)

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dada mereka..." (Surah an-Nur, ayat 31)

Lelaki dan wanita tidak dihalang daripada membabitkan diri dalam masyarakat. Ini kerana mereka adalah sebahagian daripada masyarakat yang bertanggungjawab membangun, memaju dan memeliharanya daripada perkara yang boleh menjejaskan kesejahteraannya. Apa yang wajib dilakukan ialah memelihara tiga perkara iaitu menjaga mata, kemaluan dan aurat.

Hari ini, kesedaran memakai tudung di kalangan Muslimah laksana gelombang besar yang tidak mampu dibendung oleh sesiapa lagi. Memakai tudung saja tidak memadai. Mata hendaklah sentiasa dijaga kerana ia adalah penggoda yang amat berbisa. Apabila mata bertentang mata, hati mula berkata-kata, nafsu pun ikut bergelora, lantas iman terluntur dan iblis segera menjalankan peranan. Tidak cukup juga dengan kaum wanita saja yang bertudung litup, menutup aurat dan menjaga maruah. Kaum lelaki juga seharusnya melakukan perkara sama. Kaum lelaki wajib juga mematuhi adab menundukkan pandangan dan kewajipan memelihara tiga perkara tadi.

Ayat itu tidak hanya ditujukan kepada wanita, bahkan menjadi tanggungjawab lelaki dan wanita. Kadang-kadang terdengar suara mengatakan menutup aurat juga tidak selamat. Mungkin ada benarnya luahan itu. Ini kerana menutup aurat mesti dilaksanakan secara bersepadu dengan memelihara pandangan serta aturan lain yang terkandung dalam surah ini. Ia tidak boleh diambil secara terpisah.

Perkara lain yang wajib dijauhi ialah memfitnah dan menyebarkan keburukan serta kemungkaran. Firman Allah bermaksdu: "Dan orang yang menuduh wanita yang baik-baik (melakukan zina) kemudian mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka sebatlah mereka (yang menuduh itu) lapan puluh kali sebatan, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang yang fasik." (Surah an-Nur, ayat 4)

Tidak dapat dinafikan bahawa fitnah atau tuduhan tanpa bukti meninggalkan kesan yang mendalam dalam diri seseorang sama ada dari aspek kejiwaan atau kemasyarakatan. Kesan itu bukan saja dirasai oleh orang yang dituduh, malah seluruh anggota keluarganya. Lantaran, Islam melarang perbuatan menuduh tanpa saksi hingga hukuman yang dikenakan ke atasnya hampir sama berat dengan hukuman ke atas orang yang melakukan zina.

Penyebaran perbuatan keji juga laluan yang memudahkan anggota masyarakat terjebak dalam kemaksiatan. Ini kerana sesuatu kemungkaran itu, apabila disebarkan akan cepat merebak dan mendorong anggota lain meniru perbuatan sama. Lantaran, tidak wajar disebarkan secara meluas hanya sekadar untuk dijadikan
bahan berita tanpa diiringi usaha bersungguh-sungguh untuk membendungnya.

Firman Allah bermaksud: "Sesungguhnya orang yang suka agar (berita) perbuatan keji itu tersebar di kalangan orang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (Surah an-Nuur, ayat 19)

Kesungguhan Islam memerangi kemungkaran, khususnya zina yang menjadi punca runtuhnya institusi keluarga, tercemarnya zuriat dan menimbulkan keresahan masyarakat, dijelaskan dalam firman-Nya bermaksud : "Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, maka sebatlah tiap-tiap seorang daripada kedua-duanya seratus kali sebatan, dan janganlah belas kasihan kepada kedua-duanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang beriman." (Surah an-Nur, ayat 2)
Share:

Sebab - sebab hati tidak bahagia...






SEBAB-SEBAB HATI TIDAK BAHAGIA IALAH KERANA ADANYA MAZMUMMAH DIDALAM HATI.

Antara mazmummah utama yang menghilangkan bahagia di hati ialah :

1. Pemarah - paling mudah dikesan atau dilihat dan paling banyak di dalam diri manusia. Orang seperti ini jarang mendapat kawan dan hati tentunya tidak terang. (sape nak dekat kalau asyik nak marah ajer..bawak2lah senyum..tentu org tak takut nak dekat punyer..)

2. Pendendam - tersembunyi iaitu ibarat mengumpul lahar di dalam dada.
Orang seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam
hatta secara yang kecil-kecil sekalipun seperti sakitkan hati atau
tempelak orang yang didendami itu. Sebab itu orang pendendam mudah kena sakit jantung. (ini kes dendam kesumat lahh nie..)

3. Hasad dengki - amalanya hangus akibat hasad dengkinya itu kerana ia memiliki sifat ketuhanan. (tak elok dengki mendengki nih..)

4. Bakhil - sentiasa merasakan orang lain menginginkan harta, kesenangan, pangkat dll. dari dirinya. Contohnya sentiasa berdalih mengatakan ia tiada duit. (rezeki yang diberi oleh Allah elok dikongsi bersama..-derma)

** Allah lebih sayang orang yang fasiq tetapi pemurah tetapi benci orang yang abid tetapi bakhil. Kerana walaupun fasiq, pemurahnya itu tetap memberi manfaat pada orang lain kerana kadangkala rezeki itu Allah beri melalui makhluk.

5. Tamak - orang yang tidak puas dengan yang sedikit nescaya tidak akan puas dengan yang banyak kerana dunia ini ibarat meminum air laut…walau berapa banyak yg diminum tetap tak abis jugak…lagipun org tamak selalu rugi..

** Ingat ! yang dikatakan harta atau rezeki kita bila ia dipakai atau digunakan oleh kita. Selagi tidak diguna iaitu disimpan, itu belum boleh dikatakan rezeki kita. (mungkin ada hak orang lain di situ) Biarlah rezeki itu sedikit tetapi mendapat keberkatan iaitu dapat dimanfaatkan.

6. Tidak sabar - andainya perkara yang kecil pun tidak boleh bersabar apatah lagi hal-hal yang lebih besar. (oleh itu banyak2kanlah bersabar bila hadapi dugaan..cthnyer time keja banyak..tetap maintain vogue walau keja bertimbun atas meja..heh..heh..)

7. Ego - ibu segala mazmummah jadi ia membuatkan seseorang paling tidak
tenang. Orang yang memiliki sifat ini pantang tercabar dari sudut zahir
mahupun batin. (yg nie no komen)..pasal semua org ader egonya
sendiri..cuma tinggi/rendah tahap keegoan tersebut…

8. Riak - terseksa sendiri kerana sentiasa tercari-cari peluang untuk
dipuji. Sentiasa berlakun-lakun di depan orang. Jika ia dipuji, ia akan
menambah amalnya tetapi jika dikeji, ia akan mengurangkan amalnya. –Allah
marah kalau kita riak..takabbur dgn aper yg kita ada…

9. Cinta dunia - tidak dapat menderita, …dapat pun menderita kerana
bila sudah dapat susah pula menjaganya. Berhartalah tidak mengapa
tetapi kawal hati jangan diletakkan pada harta itu. – biler mati cuma bawa
amalan dan doa anak yg soleh/solehah…

** Cinta dunia merupakan "neraka dunia" kerana dunia itu "panas" akibat
ia merupakan barang buruan dan rebutan. Jadi letakkanlah akhirat itu
di hati dan dunia itu di tangan supaya dunia itu senang dibahagi-bahagi dan
akhirat dibawa mati.

Kesimpulan

Jadi yang meragut kebahagiaan sebenarnya bukanlah secara TOTALnya
disebabkan kemiskinan, musibah, kesibukan dllnya. tetapi ialah MAZMUMMAH.

****Makin tinggi mazmummah seseorang, makin ia tidak BAHAGIA.****

Samada bermujahadah atau biarkan saja mazmummah itu, kedua-duanya tetap
menderita tetapi andainya bermujahadah kita akan dibantu Allah dan akan
bahagia jua akhirnya. So..sama-samalah kite sentiasa ingat mengingati antara
satu sama lain sekian

Share:

5 TANDA HATI KERAS MEMBATU

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

5 TANDA HATI KERAS MEMBATU

"Hati adalah sumber ilham dan pertimbangan, tempat lahirnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan sikap degil, ketenangan dan kebimbangan. Hati juga sumber kebahagiaan jika kita mampu membersihkannya namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika kita gemar menodainya.

Aktiviti yang dilakukan sering berpunca daripada lurus atau bengkoknya hati. Abu Hurairah lah.a. berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentera. Jika raja itu baik, maka akan baik pula lah tenteranya.. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tenteranya".

Hati yang keras mempunyai tanda-tanda yang boleh dikenali, di antara yang terpenting adalah seperti berikut:
1. Malas melakukan ketaatan dan amal kebajikan
Terutama malas untuk melaksanakan ibadah, malah mungkin memandang ringan. Misalnya tidak serius dalam menunaikan solat, atau berasa berat dan enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifatkan kaum munafikin dalam firman-Nya yang bermaksud, "Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (Surah At-Taubah, ayat 54)

2. Tidak berasa gerun dengan ayat al-Quran
Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, hatinya tidak terpengaruh sama sekali, tidak mahu khusyuk atau tunduk, dan juga lalai daripada membaca al-Quran serta mendengarkannya. Bahkan enggan dan berpaling daripadanya. Sedangkan Allah S.W.T memberi ingatan yang ertinya, "Maka beri peringatanlah dengan al-Quran orang yang takut dengan ancaman Ku." (Surah Al-Qaf, ayat 45)

3. Berlebihan mencintai dunia dan melupakan akhirat
Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata-ma ta. Segala sesuatu ditimbang dari segi keperluan dunia. Cinta, benci dan hubungan sesama manusia hanya untuk urusan dunia sahaja. Penghujungnya jadilah dia seorang yang dengki, ego dan individulistik, bakhil serta tamak terhadap dunia.

4. Kurang mengagungkan Allah
Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman menjadi lemah, tidak marah ketika larangan Allah dilecehkan orang. Tidak mengamal yang makruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

5. Tidak belajar dengan Ayat Kauniah
Tidak terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa yang dapat memberi pengajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan seumpamanya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai perkara biasa, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. "Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahawa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?" (Surah At-Taubah, ayat 126).
Share:

INGAT PESAN NABI, SUAMI MU ADALAH SURGA DAN NERAKA MU

“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari. Ajaib… !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika para shahabat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi.


Apakah mereka mengingkari Allah?


Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya.


...mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya...


Demikian penjelasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallamdalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).


Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!


Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita… kita saling introspeksi… apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya… maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam . Bertobat adalah satu-satunya pilihan untuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan… masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku, kejarlah ajalmu, bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?


“Tidaklah seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami bagimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At-Tirmidzi, hasan)


Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini? Jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri. Jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.


...Jika suatu saat muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami, janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan...


“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad)
Share:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Kepada calon istriku yang akan mengandung anak-anakku, mendidik mereka dengan tauhid dan akhlak seperti apa yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para penerusnya yang tetap lurus menapaki jalan tauhid dan jihad. Surat ini kutuliskan untukmu agar engkau kelak tidak akan pernah kecewa dan sedih mendapatkan pasangan seperti aku yang penuh dengan kekurangan.

Calon istriku, aku tulis surat ini kepadamu agar engkau lebih mengerti jalan yang akan kita tempuh dan apa yang akan kita tuju sebagai makhluk yang dibebani oleh Allah yang Maha Perkasa di dunia yang tidak kekal ini. Agar kelak kita lebih siap untuk saling memahami, saling mengerti dan mensyukuri setiap apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT kepada keluarga kita.

Calon istriku dan calon ibu dari anak-anakku, engkau mungkin sudah tahu jalan apa yang aku tempuh dan kehidupan seperti apa yang aku inginkan. Aku berharap engkau menjadi teman seperjalanan yang menyenangkan dalam dunia ini untuk tetap istiqamah di jalan para Rasul dan para pengikutnya. Selalu menjadikan seruan tauhid sebagai hal yang paling utama dalam hidup dan mengajarkan kepada manusia pentingnya kembali kepada rujukan utama Dien kita, Islam.

Mungkin nanti akan banyak cobaan, kesusahan dan penderitaan dalam mengarungi rumah tangga kita, sebagai manusia mungkin kita akan mengeluh, menangis dan bisa jadi mengutuki nasib. Namun yakinlah semua itu adalah cobaan untuk menjadikan kita manusia paripurna dan mendidik kita untuk tetap tegar di segala cuaca dan keadaan.

Allah berfirman: “Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (Qs Al-Baqarah 155).

....Aku selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik dan memenuhi hak-hak sebagai suami. Maka bantulah aku mewujudkan itu walau hanya dengan senyummu...

Calon istriku, bila kelak aku belum bisa membahagiakanmu seperti layaknya para istri lain, maafkanlah aku. Namun aku selalu akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik, memberikan rezeki yang halal walaupun sedikit dan memenuhi hak-hak kepadamu sebagai seorang suami. Maka bantulah aku mewujudkan itu walau hanya dengan senyummu.

Calon istriku, bila suatu saat aku pergi jauh dan lama kembali, jagalah hartaku, belanjakanlah sebagian harta yang ada padamu di jalan Allah dan penuhilah hak-hak saudara seimanmu bila engkau sanggup untuk memenuhinya. Dan jagalah kehormatanku sebagai suamimu, bergaullah dengan para muslimah yang hatinya tertambat ke surga, yang menjaga pandangan di kala sendiri dan bersama orang lain agar aku tenang karena meninggalkan seorang wanita dan seorang ibu yang menjaga apa yang ditinggalkan suaminya.

Calon istriku, engkau tahu aku bukan orang yang sempurna dalam segala hal. Maka bantulah aku menyempurnakannya dengan nasihatmu, kritikanmu dan apa yang bisa menjadikan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya makin bertambah di setiap hari. Jadikan keluarga kita adalah keluarga yang siapa menerima masukan dari siapapun walaupun itu anak kecil. Karena kebenaran dikenali bukan dari siapa yang berbicara tapi apa yang disampaikan.

....Jadikan anak-anak kita kelak seperti singa, yang tak takut membela kebenaran dan selalu tegar di tengah badai...

Yang terakhir calon istriku, jadikan anak-anak kita kelak seperti singa, yang tak takut membela kebenaran, tidak menyerah dengan keadaan dan selalu tegar di tengah badai yang menerpa. Ajarkan kepada mereka menjadi manusia yang marah bila kebenaran dihinakan, ajarkan mereka melawan setiap penindasan kepada siapapun dan didiklah mereka untuk berani berkorban apa saja bahkan nyawa untuk kemuliaan Allah, rasul dan orang-orang beriman.

Mungkin aku terlalu banyak berharap kepadamu, menuntut dirimu dan meminta apa yang mungkin terlalu berat untukmu. Namun percayalah, aku sebagai suami akan berusaha menjadi pendamping yang baik, pendengar setia masukan dan nasihatmu, saling membantu untuk terus taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Suratku ini kutulis dengan segala kelemahanku, segala kekuranganku agar engkau mengerti dengan siapa engkau akan mengarungi hidup ini. Agar engkau tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu madu dan susu. Agar engkau kelak juga tidak menjadi penghalang dalam menunaikan dakwah dan menjadi musuh pertama dalam mengendurkan semangatku untuk berjihad di jalan Allah SWT.

Sebelum kita bertemu sebagai sepasang suami-istri, mari kita selalu memanjatkan doa yang pernah dibaca oleh pahlawan yang menggetarkan takhta tiran, As-Syahid Sayyid Quthub:

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta jemu.

Ya Rabbi, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbal Izzat, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwahpada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Semoga Allah mengabulkan doaku dan doamu dan mempertemukan kita dalam naungan rahmat-Nya dan menjadikan kita pasukan yang setia kepada-Nya.
Share:

Fans Page

Support

Heartless Background